cara membuat blog gratis | penghasilan dari internet

cara membuat blog gratis | penghasilan dari internet

Sang Pembuat Saluran Pipa Air



Jaman dahulu kala, di sebuah kota kecil di pinggiran Italia, hiduplah dua orang saudara yang sangat berambisi untuk menjadi orang kaya dan sukses di kotanya, mereka bekerja keras setiap hari dengan  harapan suatu saat impian mereka bisa terwujud.

Akhirnya kesempatan yang mereka tunggu-tunggu itupun datang, kota tempat mereka tinggal sedang mengalami kekurangan air, maka walikota membuat sebuah sayembara untuk memilih orang yang paling sesuai untuk menyediakan air bagi seluruh kota kecil itu, dari sekian banyak peserta sayembara terpilihlan dua bersaudara orang tersebut, sebut saja Bruno dan Pablo, dua orang tersebut terpilih dengan kriteria bahwa meraka adalah orang yang paling kuat dan kekar di antara para peserta sayembara.

Tugas mereka adalah mengisi sebuah penampungan air yang telah disediakan bagi keperluan penduduk kota. Setiap hari mereka berdua harus mengisi sampai penuh tempat penampungan air itu dengan ember mereka.
Setiap ember akan di hargai sangat tinggi oleh walikota karena air sangat langka dan sangat berharga saat itu.

Bruno dan Pablo bekerja sangat keras, setiap pagi sebelum ayam berkokok mereka sudah berjalan menuju sumber mata air yang terletak di sebuah bukit. Mereka bekerja tak kenal lelah dan terus berjalan hilir mudik naik dan turun ke atas bukit sambil membawa ember untuk  diisi air. Pekerjaan mereka akan selesai tepat pada saat matahari mulai tenggelam dan hari mulai senja.
Setiap akhir pekan mereka akan mendapat bayaran sebagai upah kerja keras mereka mengisi air untuk keperluan seluruh penduduk kota kecil itu.

Dalam beberapa hari gaya hidup mereka sudah berubah, setiap menerima bayaran, uang mereka sangat banyak dan mereka menjalankan hidup dengan berfoya-foya sambil mentraktir beberapa teman mereka di sebuah kedai makanan.
Ketika sedang berfoya-foya tiba-tiba tercetuslah sebuah ide dari Bruno, memang selama ini dia mendapat bagian yang tidak sedikit dari hasil kerja keras mereka, tapi dia merasakan akhir-akhir ini dia sangat tersiksa dengan bekerja sebagai pengangkut air, karena setiap akhir pekan dia merasa sangat jenuh karena esok pagi pekerjaan berat sebagai pengangkut air harus dimulai lagi, selain itu dia ingin menikmati gaya hidup mereka yang sudah membaik ini setiap ini saat.

Maka ia pun membagi idenya kepada saudaranya, Pablo, untuk membangun saluran pipa air yang akan menghubungkan sumber mata air, dimana selama ini mereka mengambil air menuju penampungan air yang terletak di pusat kota. Pablo terbelalak, dia diam sebentar sebelum akhirnya tertawa terbahak-bahak sambil mengatakan ide gila itu tidak mungkin bisa dilakukan.

Bruno sangat kecewa, pada awalnya dia sangat antusias saudaranya akan mendukung dan bekerja sama mewujudkan  idenya untuk membangun jaringan pipa air, tapi yang dia dapatkan bukannya antusiasme melainkan cemoohan dan penolakan dari saudaranya, Pablo.

Tapi Bruno tetap yakin dengan idenya dan diapun bekerja membangun idenya tanpa saudaranya.
Hari-hari berlalu, setiap akhir pekan Bruno menyisihkan uangnya untuk ditabung yang akan  digunakannya sebagai modal membangun mimpinya itu, sementara saudaranya, Pablo, masih tetap dengan gaya hidupnya yang senang berfoya-foya bersama beberapa teman-temanya, akhirnya Bruno dijauhi oleh teman dan saudaranya sendiri, Pablo, dan dianggap sebagai orang aneh dan gila. Tapi Bruno tak peduli, dia sangat yakin dengan idenya untuk membangun jaringan pipa air yang akan mengangkut air untuk keperluan seluruh penduduk kota kecil tersebut.

Maka iapun mulai mewujudkan mimpinya dengan cara bekerja membangun jaringan pipa itu setelah usai pekerjaannya sebagai pengangkut air. Setiap hari Bruno terkapar kelelahan akibat bekerja terlalu berat, dan pada akhir pekan sementara saudaranya, Pablo, bersenang-senang dengan uang hasil jerih payahnya, Bruno mengerjakan penggalian untuk kebutuhan pembangunan jaringan pipa airnya. Hal ini membuatnya sangat lelah dan kehabisan tenaga, akhirnya ia memutuskan untuk mengerjakan pembangunan pipa itu dengan menggunakan seluruh waktunya dan berhenti bekerja mengangkut air dengan menggunakan ember.

 Tentu idenya ini semakin membuatnya dicemooh oleh teman-temannya dan saudaranya, karena penghasilan pengangkut air sangat besar dan hanya dia dan Pablo saja yang diserahi tugas tersebut.
Tapi pembanguan terus dilakukan, perencanaan, penggalian, pemasangan pipa terus menerus dilakukan oleh Bruno, entah berapa kali gagal, dan jatuh bangun dalam proyek itu tapi Bruno terus melakukan perbaikan, dan setelah melalui serangkaian pekerjaan yang berat dan melelahkan, yang memakan waktu kurang lebih dua tahun proyek itu akhirnya selesai.

Ujung pipa telah berdiri tegak di tepi kolam penampungan air di tengah kota, dan siap mengalirkan air bersih, kejadian ini disambut sorak sorai seluruh penduduk kota dengan suka cita dan kegembiraan yang mendalam karena kesulitan air yang selama ini mendera mereka, sekarang sudah bisa teratasi dengan adanya jaringan pipa yang dibangun oleh Bruno.

Untuk kehormatan maka Pak walikota membuka tuas penutup pipa, maka mengalirlah air yang sangat deras mengisi kolam penampungan air, sekali lagi penduduk kota bersorak sorai dengan sangat gembira karena suka cita dan kegembiraan mereka.

Hari-hari berikutnya Bruno menikmati segala jerih payahnya selama ini, dia mendapat bayaran yang terus menerus karena kolam penampungan air itu selalu terisi penuh, dia tidak lagi harus bersusah payah mengangkut ember bersisi air, dan berjalan hilir mudik naik dan turun ke atas bukit untuk mengambil air dan mengisi kolam penampungan air untuk kebutuhan penduduk seluruh kota itu, dia bisa menjalankan gaya hidupnya, sementara uang terus menerus mengalir ke dalam sakunya selama air terus mengalir di dalam jaringan pipa airnya.

Lain halnya dengan Pablo dua tahun berlalu bekerja sebagai pengangkut air, benar-benar telah membuatnya tersiksa, tubuhya mulai mengalami kelelahan yang luar biasa. Dia tidak lagi seperkasa dulu sewaktu pertama kali mengangkut air menggunakan ember, tubuhnya yang lelah tidak mampu lagi memikul pekerjaan yang sedemikian berat, berjalanpun harus pelan sehingga air yang dibawanya semakin sedikit, hal ini berakibat kepada bayaran yang ia terima menjadi semakin berkurang.

Akhirnya ia tidak mampu lagi malakukan gaya hidupya seperti dulu dan mulai dijauhi oleh teman-temanya. Tubuhnya kelihatan lebih renta dari usia sebenarnya disebabkan karena beban kerja yang berlebihan sehingga tubuhnya membungkuk, hal ini membuatnya tidak bisa lagi bekerja sebagai pengangkut air menggunakan ember.

Tentu hal ini sangat memprihatinkan, Bruno saudaranya yang telah sukses mengetahui keadaan ini dan ingin menolong saudaranya, maka iapun mendatangi saudaranya itu dan mengatakan ia ingin bekerja sama membangun jaringan pipa air Kedua untuk permintaan kota sebelah, yang nantinya akan dikelola oleh mereka berdua dan tentunya keuntugannyapun bisa dinikmati oleh mereka berdua.

Pablo hanya terdiam tidak percaya dan hanya air matanya mengalir sangat deras, dengan suara lirih dia mengatakan, Thank You…….Bruno !! J.
Teman-teman sekalian, sudahkah anda membangun saluran pipa air anda sendiri (dalam hal ini passive income anda) ? ikuti carannya di cari uang di internet
Mengapa internet ?
Kalau bukan, maka apa ? 
kalau tidak sekarang, kapan ?
kalau bukan anda, maka siapa yang harus mengerjakannya untuk anda ?. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar